Whistle-Blower: Putra Mahkota Saudi Tidak Bersedia Mengakui Kegagalan Regionalnya

Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sangat khawatir dengan kegagalannya di Irak, Suriah, Yaman dan negara-negara regional lainnya, whist blower Mujtahid, yang diyakini sebagai anggota atau memiliki sumber yang terhubung dengan baik dalam keluarga kerajaan, mengungkapkan, menambahkan bahwa bin Salman membayar jutaan dolar ke media barat untuk memperbaiki citranya.
“Dalam pertemuan pribadi, Bin Salman tidak mau mengakui kegagalan kebijakan luar negerinya tapi selalu mengeluh bahwa urusannya tidak berjalan dengan baik di Qatar, Yaman, Kuwait, Irak, Suriah, Mesir dan Turki sesuai keinginannya, dan dia marah karena koran barat mengejek pandangannya,” Mujtahid menulis di halaman twitternya.

Dia menambahkan bahwa pangeran putra mahkota Saudi memuji kebijakan luar negerinya dan kemudian mengeluh bahwa tekanan terhadap Qatar telah menjadi bumerang dan usaha Riyadh melawan Irak, Suriah dan Lebanon tidak memberikan hasil yang diinginkan.

“Bin Salman menghabiskan jutaan dolar untuk menghentikan laporan negatif media barat kepadanya dan memperbaiki citranya dengan bantuan mereka,” kata Mujtahid.

Whistle-blower Saudi juga mengungkapkan pada bulan November bahwa bin Salman secara pribadi telah menyuap Presiden AS Donald Trump dengan jumlah $ 1 juta selama kunjungan terakhir ke Riyadh pada bulan Mei lalu.

Mujtahid menulis di halaman twitternya bahwa Bin Salman, wakil pangeran putra mahkota, dapat memenangkan bantuan pemerintah AS dalam perebutan kekuasaannya dengan sepupunya Mohammed bin Nayef, yang merupakan pewaris takhta sampai dia digulingkan Juni lalu.

Dia menambahkan bahwa kunjungan Trump ke Arab Saudi mengubah sikap Washington dalam persaingan antara bin Salman dan bin Nayef, yang ‘memaksa’ AS untuk memihak pada putra mahkota berusia 32 tahun itu.

source – IslamTimes
%d bloggers like this: