“Kami sama sekali tidak menyukai penghukuman, tidak, pada umumnya,” AFP mengutip Nebenzia. “Ini adalah resolusi tentang perpanjangan samksi, bukan tentang Iran. Jadi kita harus berkonsentrasi terkait sanksi terlebih dahulu, “tambahnya.
 
Rusia telah menyuarakan penolakan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB), yang dirancang oleh kekuatan Barat, untuk memperbarui sanksi anti-Yaman, yang juga mengupayakan “kecaman” terhadap Iran atas tuduhan melanggar embargo senjata di negara Semenanjung Arab yang dilanda perang tersebut. .
Dalam pertemuan Dewan Keamanan hari Rabu (21/2/18), Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengatakan bahwa alih-alih menargetkan Iran, tindakan yang diusulkan PBB harus fokus pada masalah sanksi terhadap Yaman.

“Kami sama sekali tidak menyukai penghukuman, tidak, pada umumnya,” AFP mengutip Nebenzia. “Ini adalah resolusi tentang perpanjangan samksi, bukan tentang Iran. Jadi kita harus berkonsentrasi terkait sanksi terlebih dahulu, “tambahnya.

Nebenzia mengacu pada kelompok kerja ahli independen yang mengawasi pelaksanaan sanksi terhadap Yaman.

Pekan lalu, Inggris menyebarkan sebuah rancangan resolusi yang akan memperbaharui sanksi terhadap Yaman untuk satu tahun lagi dan juga “mengecam” Iran karena diduga melanggar embargo senjata tahun 2015 di negara tersebut dengan “gagal mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah pasokan langsung atau tidak langsung, penjualan atau transfer “rudal balistik jarak pendek, UAV dan peralatan militer lainnya ke gerakan Houthi Ansarullah Yaman.

Gerakan Houthi telah membela Yaman dari sebuah kampanye militer pimpinan militer berdarah, yang diluncurkan pada tahun 2015 dengan bantuan dari AS dan Inggris.

 
sumber – IslamTimes