Pemimpin Senior Hamas Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tertembak Senjata Sendiri

JALUR GAZA, PALESTINA – Seorang pemimpin tingkat atas gerakan perlawanan Palestina, Hamas, telah meninggal tiga pekan setelah dia secara tidak sengaja menembak dirinya sendiri dan mengalami luka tembak serius di kepalanya.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa (30/1/2018), mengumumkan bahwa Imad al-Alami, mantan anggota biro politik gerakan tersebut, telah meninggal dalam semalam.

Qassem menambahkan bahwa Alami telah tidak sadarkan diri sejak penembakan yang tidak disengaja9 Januari lalu.

Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh bersama dengan sejumlah tokoh gerakan tingkat tinggi lainnya ikut ambil bagian dalam pemakamannya di Gaza pada Selasa siang, yang menarik banyak orang.

Sebelumnya, Juru Bicara Hamas Fawzy Barhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Alami telah terluka saat “memeriksa senjata pribadinya di rumahnya dan berada dalam kondisi kritis.”

Alami lahir di Kota Gaza pada tanggal 16 Februari 1956, dan bergabung dengan jajaran Hamas sejak usia dini. Ia aktif dalam pekerjaan media gerakan tersebut sejak berdirinya.

Dia ditangkap antara tahun 1988 dan 1990 atas tuduhan menyebarkan retorika anti-Israel melalui komite media Hamas, dan dikeluarkan dari Jalur Gaza pada tahun 1994.

Alami tinggal di pengasingan selama hampir 20 tahun dan berpindah di antara beberapa negara Arab. Dia memainkan peran penting dalam mendukung perjuangan Palestina. Ia akhirnya kembali ke Gaza pada tahun 2012.

Pemimpin senior Hamas itu terluka oleh tembakan Israel saat agresi militer terakhir rezim Tel Aviv di Jalur Gaza pada musim panas 2014, dan harus diamputasi di kakinya.