Korea Selatan pada hari Minggu menolak laporan bahwa mereka telah berhenti mengimpor minyak dan kondensat dari Iran.

Media Iran mengutip sebuah pengumuman oleh Kedutaan Korea Selatan di Teheran yang mengatakan bahwa impor dari Republik Islam masih berlanjut.

Pada hari Jumat, Reuters melaporkan bahwa Seoul tidak lagi mengangkat minyak dan kondensat Iran karena mencoba untuk memperoleh pengecualian dari pembatasan AS untuk membeli minyak Iran.

Reuters dalam sebuah laporan mengutip sumber yang tidak asing mengatakan bahwa Korea Selatan tidak akan mengangkat minyak mentah dan kondensat Iran pada Juli untuk pertama kalinya selama enam tahun terakhir.

Langkah itu terjadi ketika Seoul memulai negosiasi dengan Washington untuk mencari otorisasi atas pembelian minyak Iran, sejalan dengan pengesampingan yang diterimanya pada sanksi sebelumnya, tambah laporan itu. “Ada tekanan dari pemerintah Korea Selatan untuk menghentikan pembelian,” Reuters mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang akrab dengan pengaturan pengiriman Iran. “Korea Selatan secara keseluruhan tidak mengambil minyak (dari Iran) untuk pemuatan Juli.”

Dua sumber lain mengatakan Korea Selatan membatalkan pemuatan kargo minyak mentah dan kondensat pada Juli dari Iran karena tidak pasti apakah negara itu akan menerima pengecualian dari sanksi AS terhadap perdagangan Iran.

“Kedutaan Republik Korea menyangkal ada klaim bahwa pihaknya tidak akan mencabut minyak mentah dan kondensat Iran pada Juli,” Kedutaan Korea Selatan menanggapi laporan tersebut.

“Pemerintah Korea sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan pengecualian dari pembatasan pembelian minyak Iran,” ungkapnya.

Korea Selatan telah membeli hampir 296.000 barel minyak dari Iran dalam lima bulan pertama dari tahun kalender Iran (dimulai pada 21 Maret), dan merupakan pembeli terbesar minyak Iran setelah Cina dan India, menurut laporan media.

 
sumber – IslamTimes